Achmad Yurianto “Pensiun”, Menkes Terawan Kapan?

Bagikan


Hingga pukul 12.00 Senin (20/7) kemarin, diketahui ada 1.693 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Ini menunjukkan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Penambahan itu menyebabkan ada 88.214 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak pengumuman pasien pertama pada 2 Maret 2020. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari Graha BNPB pada Senin sore.

“Kami dapatkan konfirmasi kasus Covid-19 sebanyak 1.693 orang, sehingga totalnya menjadi 88.214 orang,” ujar Yurianto.

Ternyata, itu adalah on air terkahir bagi Achmad Yurianto melaksanakan tugasnya berjibaku dengan angka-angka dan penyambung lidah pemerintah. Ini seperti dikatakan Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto. Airlangga menyatakan per hari ini, Selasa (21/7), Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 tak lagi dipegang oleh Achmad Yurianto.

“Nanti ada tambahan ya, jubir pemerintah di sini adalah ditunjuk Prof Wiku (Wiku Adisasmito) dari BNPB,” kata Airlangga seperti dikutip CNNIndonesia, Selasa (21/7).

Seperti diketahui, pensiunnya Achmad Yurianto merupakan konsekuensi dari kebijakan Presiden Jokowi membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pembubaran itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 & Pemulihan Ekonomi Nasional, dan berlaku per 20 Juli 2020 atau sejak Perpres No. 82 tahun 2020 diundangkan atau diteken Jokowi.

Pasal 20 Perpres tersebut menyatakan mencabut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dalam Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Sementara itu, pelaksanaan tugas dan fungsi gugus tugas nasional maupun daerah dilaksanakan oleh Komite Kebijakan atau Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Sesuai Perpres, Satgas ini masih di bawah komando Doni sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga  Mengintip ‘Nasionalisme’ di Ruang Maya

“Pelaksanaan tugas dan fungsi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selanjutnya dilaksanakan oleh Komite Kebijakan dan/atau Satuan Tugas Penanganan Covid-19/Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sebagaimana diatur dalam peraturan presiden ini,” bunyi Pasal 20 ayat 2 huruf c Perpres tersebut.

Lebih jauh, Jokowi diketahui membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dan penanganan covid-19. Menteri BUMN Erick Thohir dipilih Jokowi untuk memimpin tim tersebut.

Yah, terkadang ekspektasi itu memang meleset dari apa yang terjadi. Ketika orang-orang berharap Menkes Terawan yang diganti, malah Pak Yuri yang undur diri.



KisahIslami.net adalah situs aggregator berita. Artikel asli dimuat disini

Leave a Reply